Perlukah Asuransi Kesehatan Swasta Jika Sudah Punya BPJS Kesehatan?

Kehadiran produk asuransi kesehatan dari pemerintah yakni BPJS bisa meringankan beban masyarakat dalam mengurus perawatan kesehatan di rumah sakit atau klinik. Tak hanya masyarakat menengah kebawah, tapi masyarakat menengah keatas juga bisa menikmati pelayanan BPJS. Biaya bulanan BPJS yang cukup ringan, membuat masyarakat ingin memilikinya. Memang asuransi kesehatan itu penting sekali, setiap orang harus memilikinya untuk masa depan. 

Namun, saat sudah mempunyai BPJS apakah masih perlu mempunyai asuransi kesahatan swasta? Bukankah keduanya sama-sama asuransi, bukankah fungsinya juga sama memproteksi kesehatan setiap penggunanya. Lantas masih perlukah memiliki asuransi kesehatan lainnya seperti asuransi prudential, kalau sudah mempunyai BPJS? Berikut ini jawabnya!


BPJS (Asuransi Kesehatan Pemerintah)


BPJS merupakan jaminan kesehatan yang mempunyai biaya atau iuran bulanan murah. Dengan iuran murah itu, manfaat yang didapatkan cukup lengkap tanpa medical check up, tanpa pre exsiting condition dan tanpa ada batasan plafond. Seluruh tagihan rumah sakit atau klinik nantinya ditanggung oleh BPJS selama pengguna sesuai prosedur dan kelas yang ditetapkan. Keunggulan tersebut tidak diperoleh perusahaan asuransi kesehatan swasta yang preminya lebih mahal. 

Pembuatan BPJS tidak ditentukan usianya. Semua warga Indonesia berapapun usianya, bisa membuat BPJS asalkan mempunyai KK dan KTP elektronik. Bahkan bayi yang baru lahir pun bisa dibuatkan BPJS. Jadi, pelayanan kesehatannya tidak terbatas oleh usia. Akan tetapi, proses perawatan menggunakan BPJS lebih berbelit. Tidak seperti ketika menggunakan asuransi swasta Prudential

Memungkinkan anda harus mengantri, mengikuti sejumlah prosedur yang ditetapkan oleh rumah sakit atau klinik. Misalnya seperti harus fotocopy, KTP, BPJS, KK dan lain sebagainya. Anda harus bersabar, bila ingin menggunakan BPJS. Selain itu, penanggungan BPJS juga dibatasi. Biaya tiap-tiap perawatan kesehatan ditentukan biayanya.

Kalau melebihi biaya yang ditetapkan oleh BPJS, maka peserta harus membayar kelebihan tersebut. Kesulitan lainnya, yakni jika ingin pindah dokter tidak semudah pindah toko. Anda harus melaporkan ke kantor BPJS kalau ingin pindah dokter atau klinik sebagai faskes pertama. 

Asuransi Kesehatan Swasta


Sementara asuransi kesehatan swasta, mempunyai kelebihan dalam hal kemudahan, kecepatan dan fleksibilitas memilih rumah sakit serta klaim yang cenderung mudah. Pengobatan dan perawatan kesehatan di seluruh rumah sakit bisa diterima oleh perusahaan asuransi. Baik rekanan perusahaan asuransi atau yang tidak bekerjasama. Hanya saja, manfaat yang didapatkan lebih terbatas. Proteksi asuransi kesehatan swasta termasuk prudential, mempunyai batasan usia. Namun cara klaim asuransi prudential cenderung sangat mudah. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan biaya rumah sakit yang tinggi.

Selain itu, seseorang yang menderita penyakit tertentu juga terkadang tidak bisa mengikuti asuransi kesehatan swasta. Memang tidak semua perusahaan asuransi begitu, tapi kebanyakan mempunyai persyaratan tentang penyakit. Kekurangan lainnya, adalah premi mahal dan besarnya perlindungan biasanya tergantung tingkat premi yang dibayarkan. Jika ingin mendapatkan manfaat atau proteksi yang luas, anda harus memilih premi lebih mahal. 

Dengan mengetahui perbedaan atau perbandingan antara asuransi kesehatan swasta dengan BPJS, membuat kita berpikir kalau bisa mempunyai keduanya. Kedua jenis asuransi kesehatan ini saling melengkapi satu sama lain. Saat kita tidak bisa menggunakan perlindungan dari asuransi kesehatan swasta, maka lebih baik menggunakan BPJS. Begitu pula sebaliknya. BPJS kesehatan juga tidak bisa digunakan sebagai simpanan atau tabungan di masa depan, tapi asuransi lain bisa. 

Iuran tiap bulan yang anda bayarkan untuk BPJS tidak dikembalikan, berbeda dengan asuransi kesehatan swasta. Dimana, anda bisa menabung sebagai investasi masa depan pula karena premi perbulannya akan dikembalikan pada anda jika tidak menggunakannya untuk pengobatan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perlukah Asuransi Kesehatan Swasta Jika Sudah Punya BPJS Kesehatan?"

Post a Comment